Cerita dalam ftv yang biasanya hanya dapat aku saksikan, cerita dalam novel yang biasanya hanya dapat aku baca, tapi saat ini aku merasa seperti orang yang sedang berada dalam cerita di ftv atau novel itu, bukanlah cerita rekaan seperti pada ftv atau novel akan tetapi ini semua kenyataan yang terjadi padaku dan mungkin sampai saat ini masih sulit untuk ku percaya.
Senin 26 Maret 2012 tepat pukul 19:13 aku sedang belajar kimia organik di kosan Rully Lusiana bersama Annisa Nanda Yusri dan Rully tentunya.
Mari kita mulai ceritanya…
Seperti biasa dan seperti sebelumnya pula, setiap sedang ujian kita (aku dan kamu) hanya komunikasi seperlunya saja tidak seperti hari biasanya. Tapi malam ini karena ada suatu hal yang mendadak ingin aku bicarakan akhirnya aku mencoba untuk mengetik sebuah sms untukmu, akan tetapi belum sempat aku beres mengetik sms itu, mendadak ada sms masuk dan itu dari kamu. Dan isinya ya begitulah, sulit dipercaya, begitu mendadak, dan tentunya tak pernah terbayangkan oleh ku sebelumnya. Aku balas isi sms itu untuk memastikan semuanya, kamu membalasnya kembali dan semua itu yasudah begitulah, dan aku merasa malu karena sebenarnya kamu sudah memutuskan aku sejak beberapa hari sebelumnya, dan sampai saat ini pun aku masih bingung kamu memutuskan aku melalui isi sms yang mana ? Yasudahlah ketika ku tanya kembali kamu sudah tidak ingin untuk membahas hal yang kemarin.
Annisa dan Rully yang sedang asyik berdiskusi tentang kimia organik, mendadak aku bilang “Nis Rul aku……………….” *suasana langsung hening*. Entah ini sudah direncanakan atau tidak, tepat didepan aku duduk di kosan Rully sudah tersedia sekotak tissue, tanpa buang waktu aku langsung mengambilanya untuk membendung air mataku. Langsung bingung harus berbuat apa ? Besok UTS kimia organik, Annisa dan Rully berusaha untuk menenangiku dan mereka membiarkan aku untuk tetap menangis sepuas hatiku dulu, setelah beberapa menit Annisa dan Rully kembali menyemangatiku untuk tetap fokus pada kimia organik. Mendadak tanganku pun reflek untuk mengetik sms dan menceritakan hal ini kepada teman dekat ku lainnya Qorinah Fitri, Nur Kamila, Andhita Eriyandini, dan Putri Amanda, dan mereka pun terkejut merasa tidak percaya, jangankan kalian teman, aku pun merasa tidak percaya dengan semua hal ini. Akan tetapi mereka tetap memberi semangat untukku, terimakasih semuanya aku sayang kalian.
Air mata tak terbendung pada mala mini, aku melanjutkan belajar bersama Annisa dan Rully dengan kondisi yang seperti ini, mungkin ini lebay tapi asli. Niatnya aku akan kembali ke kosan pada pukul 10 malam, tapi Annisa memutuskan untuk menginap di kosan Rully, lagi pula kondisiku sangat tidak memungkinkan untuk kembali ke kosan. Aku tidak tau apa jadinya jikalau pada malam itu tidak ada kalian, terimakasih ya sudah mau menjadi temanku disaat aku senang maupun sedih *asiiik*. Air mata sama sekali tidak bisa terbendung pada malam ini, sampai aku ingin tidur pun tetap saja huft.
Pagi harinya selasa 27 Maret 2012, Annisa dan Rully masih tertidur lelap. Aku mengambil air wudhu lalu aku sholat, ku ceritakan semuanya kepada Allah. Setidaknya air mataku sudah tidak turun begitu deras, kemudian “Sudah yung jangan nangis lagi !” ternyata itu suara Annisa, makasih ya. Setelah sholat aku langsung belajar kimia organik, dan bingung kenapa masih saja menjatuhkan air mata ? Aku mencoba untuk bisa nerima semuanya tapi pada faktanya itu semua masih sulit untukku, karena mungkin itu semua datang terlalu mendadak.
Seperti biasanya beberapa jam sebelum ujian dimulai, aku bersama teman – teman terdekatku sering belajar bersama. Ketika belajar bersama lebih tepatnya saat itu berada di kosan Rully, aku mulai menceritakannya, belum sempat selesai aku menceritakan semuanya, salah satu temanku bilang “Udah ceritanya nanti aja abis ulangan kimia organik, sekarang kamu fokus dulu aja yung ke kimia organik !” yasudah akhirnya tidak aku lanjutkan ceritanya. Mungkin mereka merasa kasihan melihatku, setiap satu kata atau beberapa kata yang aku ucapkan selalu diiringi air mata hahaha. Padahal ini jauh lebih mending apabila dibandingkan dengan malamnya.
Sekitar pukul 11:30 aku bersama teman – temanku berangkat ke sekolah. Ada yang berbeda di hari ini denganku, yang biasanya tanpa kacamata akan tetapi pada hari ini aku gunakan kacamataku. Aku memang sudah minus 2, akan tetapi aku malas menggunakan kacamata. Untuk hari ini aku gunakan sebagai topengku agar tidak terlihat terlalu sembab mataku.
Ulangan kimia organik pun dimulai, berharap semua baik – baik saja meskipun aku merasa saat aku belajar aku kurang maksimal. Ditengah – tengah ulangan organik aku sedikit teringat tentangmu, kimia organik merupakan salah satu mata pelajaran favorit kamu hahaha. Hingga akhirnya terdengar suara bel yang menandakan bahwa ujian telah usai. Bersyukur hari ini adalah hari terakhir ujian dan hanya ada satu mata pelajaran yang diujikan. Aku langsung keluar kelas dan menghampiri teman – temanku.
Aku kira hari ini tidak akan bertemu denganmu, akan tetapi semua itu salah. Saat aku keluar gerbang sekolah bersama teman – temanku, dari kejauhan aku melihat temanmu dan bisa dipastikan disitu ada kamu, akhirnya aku bersama teman – temanku masuk kembali ke gerbang sekolah. Faktanya setelah masuk kembali ke gerbang sekolah, kamu bersama teman – temanmu juga masuk kembali ke gerbang sekolah, setelah kamu masuk dengan refleknya aku ceopat – cepat lari keluar gerbang hahaha. Setelah kejadian itu mendadak ada sms dan itu dari kamu yang isinya menanyakan kejadian tersebut. Maaf aku telah berbohong pada saat itu aku bilang kalau aku tidak melihatmu, padahal jelas – jelas aku melihatmu dan langsung pergi begitu saja. Maaf banget ya, aku bingung ketika berpapasan harus bilang apa dan saat itu mataku sedang sembab sekali, rasanya tidak lucu ketika berpapasan dalam keadaan yang masih seperti itu.
Sore harinya aku bersama teman – teman terdekatku bermain ke rumah Mila hingga malam hari. Tidak seperti biasanya aku yang selalu bergerak aktif mendadak berubah menjadi orang yang lebih banyak diam dan suka menangis tiba – tiba huft. Sepulang dari rumah Mila, aku kembali ke kosan dan langsung mandi. Tidak ada sms seperti biasanya yang selalu menemaniku, akhirnya ku buka twitter dan malam itu kita (aku dan kamu) saling sindir – menyindir secara tidak langsung. Sejujurnya sedih banget kenapa semua bisa jadi begini ?
Rabu 28 Maret 2012. Pagi itu mendadak aku ingin menangis tapi tidak lama karena aku sadar pagi ini aku harus menjalani aktifitasku seperti biasanya. Seperti orang yang tidak memiliki semangat, aku berangkat ke sekolah pukul 07:15 diluar dari kebiasaanku, meskipun aku tidak terlambat karena guruku datang pukul 07:35. Ada sesuatu yang baru yang hari ini aku bawa yaitu tissue hahaha sebagai alat jaga – jaga kalau aku mendadak menangis. Siang ini aku bercerita bersama teman – teman terdekatku dan bersama Muharimanda Gusman, dan kembali menangis huft. Terimakasih kalian sudah berusaha untuk menguatkan aku. Kata Uni Rima, diputusin sama seseorang itu harusnya bersyukur karena itu suatu keuntungan untuk kita. Yasudah akhirnya air mataku berhenti, dan berharap itu terakhir kalinya aku menangis yaps semangaaat !.
Kesedihanku mungkin cukup berlebihan, tapi jujur ini sedih banget pertama kalinya aku diputuskan bukan memutuskan hahaha. Seharusnya aku bisa bersikap biasa dan menerima semuanya, tetapi ada hal lain yang membuat aku merasa ya bisa dibilang ini jleb banget huft. Sekian.

0 komentar:
Posting Komentar