Sabtu, 14 Mei 2011

Yang Ia Ingin Emas, Tetapi Yang Ia Dapatkan Berlian ( Part 1 )

Diposting oleh Part of Uyung Life di 06.08
Ibaratnya seorang wanita yang sedang mencari harta karun, di mana harta karun itu ada yang berupa emas, dan ada juga yang berupa berlian. Untuk mendapatkan harta karun itu tak mudah, membutuhkan suatu proses yang sangat panjang untuk mendapatkannya. Ia harus menggali sebuah tanah yang sangat dalam untuk mendapatkan harta karun itu. Ia tak pantang menyerah, ia sabar, ia tak mengeluh, ia tangguh, karena ia memiliki sebuah tujuan atau sebuah mimpi untuk mendapatkan harta karun yang berupa emas itu. Ia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam hal apapun. Saat itu, di mana saat – saat ia sedang menggali tanah, turunlah hujan yang sangat lebat dan begitu dahsyat, kalian tau apa yang ia lakukan ? Ia tetep menggali tanah itu meskipun membutuhkan waktu yang tak singkat, mimpinya tinggi, harapannya pun besar karena ia ingin mendapatkan emas itu. Apabila emas dibandingkan dengan berlian, jelas bahwa berlian jauh lebih mewah dibandingkan sebuah emas. Tapi ia sejak awal telah bermimpi untuk mendapatkan sebuah emas, bukanlah sebuah berlian yang jauh lebih mewah, karena ia merasa sebuah emas itu memiliki kelebihan tersendiri untuknya.

Ia menggali untuk mendapatkan sebuah emas yang ia harapkan, namun ia terjatuh, terjatuhnya pun tak hanya sekali, melainkan sampai ketiga kalinya ia terjatuh, apakah ia sedih ? Ya, ia sangat sedih, bahkan ia sempat merasa putus asa, ia tak sanggup menahan bendungan air matanya, ia kecewa, ia merasakan sebuah ketidak adilan yang telah Allah berikan, tapi ia mendapat masukan dari orang disekelilingnya yang sangat menyayanginya, dan memberikan semangat bahkan dorongan yang luar biasa untuk tetap sabar dalam menggali sebuah harta karun itu. Ia tak mampu meraih emas itu, emas itu diraih oleh seorang penggali harta karun lainnya, padahal usaha yang dilakukan oleh penggali lain itu tak terlalu besar dengan usaha yang telah dilakukan oleh wanita itu. Dapatkah kalian membayangkan betapa kecewanya wanita itu ketika usahanya yang jauh jauh lebih besar dan sudah lama ia berusaha dari penggali lain yang usahanya bisa terbilang singkat, dan yang lebih menyakitkan emas itu diraih oleh penggali lain itu ? Bayangkan jika kalian ada diposisi wanita itu ? Sakit bukan ? Sangat sakit rasanya ketika ia harus menerima kenyataan bahwa ia kalah meraih emas itu, ia sakit dan sangat sakit hatinya. Tapi kembali lagi ia disadari oleh orang – orang yang ada disekitarnya “Bahwasannya Allah itu menilai seberapa besar usaha ataupun proses yang telah ia lakuakan, Allah tak menilai hasil akhir dari apa yang ia dapatkan”, dengan nasihat itu ia mampu bangkit kembali menjalani hidupnya, menutupi rasa sakit hatinya, menutupi rasa kekecewaanya, menutupi rasa malunya, menutupi air matanya, mengubur mimpinya, mengubur harapan di masa lalu, menutup buku hariannya, di mana buku itu berisis mimpi – mimpinya, mimpi – mimpi bersama sebuah emas yang telah sejak lama ia damba – dambakan.

Ia memperoleh kecaman dari beberapa orang yang ada disekelilingnya, memperoleh olokan, memperoleh sindiran, dipermalukan atas kegagalannya untuk mendapatkan sebuah emas, bahkan ia dibilang seseorang yang tak focus terhadap suatu tujuan, hingga akhirnya ia pun dibilang bahwa ia tak mampu memperoleh emas dikarenakan ia tak focus. Tapi apakah sadar orang – orang yang ada disekeliling wanita itu, bahwa sesungguhnya itu semua sudah menjadi takdir atau pun jalan hidup yang telah Allah berikan untuknya ? Sekuat apapun ia berusaha, sefokus apapun ia meraih impiannya, tapi jikalau Allah tak berkehendak, kita tak bisa merubah takdirnya, sadarlah takdir Allah itu adalah hal yang paling utama.

Wanita itu dibilang sombong atau bahkan bergaya ingin meraih banyak emas sampai akhirnya tak satu emas pun ia dapatkan, apakah kalian sadar bahwa wanita itu HANYA INGIN BERUSAHA UNTUK MENDAPATKAN YANG TERBAIK UNTUK DIRINYA DAN KELUARGANYA. Ia tak bermaksud untuk menyombangkan diri, ia hanya ingin berusaha melakukan dan mencari yang terbaik untuk dirinya. Ia ingin menjerit sekeras – kerasnya kepada mereka yang telah memojokkannya, dan ia ingin mengatakan :

  1.  “SADARKAH KALIAN BAHWA DISAMPING USAHA YANG TELAH KITA LAKUKAN, ADA TAKDIR ALLAH YANG PALING UTAMA UNTUK MENENTUKAN SEMUANYA”
  2. “SADARKAH KALIAN BAHWA SEBESAR APAPUN USAHA YANG TELAH DIKELUARKAN, MESKIPUN HASILNYA GAGAL, TAPI ITU TAK MENJADI SIA – SIA BEGITU SAJA, BAHWASANNYA ALLAH MENILAI SEBUAH USAHA YANG TELAH KITA LAKUKAN, BUKANLAH HASIL YANG KITA DAPATKAN” 
  3. “SADARKAH KALIAN BAHWA SEFOKUS APAPUN YANG KITA TERPAKAN, TETAP NANTINYA BERUJUNG PADA KETENTUAN ALLAH” 
  4. “SADARKAH KALIAN BAHWASANNYA WANITA ITU BERUSAHA UNTUK MENDAPATKAN YANG TERBAIK BAGI DIRINYA, TAK BERMAKSUD UNTUK MENYOMBONGKAN DIRINYA, MELAINKAN HANYA BERUSAHA” 
  5. “SADARKAH KALIAN, APAKAH KALIAN TURUT MERASA DIRUGIKAN DENGAN KEGALALAN YANG DITERIMA PENGGALI WANITA ITU ? JELAS TIDAK ! BAHWASANNYA KALIAN HANYALAH SEORANG PENONTON YANG HANYA MAMPU MENONTON KEGAGALAN DAN KEBERHASILAN WANITA ITU DAN HANYA MAMPU MEMBERIKAN SEBUAH KOMENTAR, KARENA KALIAN BUKANLAH SEORANG PEMAIN YANG BERMAIN DALAM PERMAINAN ITU” 
  6.  “SADARKAH KALIAN BAHWA WANITA ITU MERASAKAN SEBUAH KEKECEWAAN YANG LUAR BIASA ?” 
  7.  “SADARKAH KALIAN DENGAN OLOKAN YANG TELAH KALIAN BERIKAN TERHADAP WANITA ITU AKAN MENYAKITKAN HATINYA ATAS KEGAGALANNYA ?” 
  8. “SADARKAH KALIAN, BAHWASANNYA KALIAN TELAH MEMOJOKKAN WANITA PENGGALI ITU ?” 
  9.  “MAMPUKAH KALIAN MENJADI WANITA ITU ?”

Kalian tak merasakan betapa sakit hatinya wanita tersebut, ia hanya seorang wanita biasa, wanita yang lemah, cepat mengucurkan air mata, tapi sadarkah bahwa ia tak membutuhkan sebuah olokan atau bahkan sindiran, akan tetapi yang ia butuhkan adalah sebuah semangat, sebuah dorongan untuk meraih berlian. Emas memang tak ia dapatkan, tapi ada sebuah berlian yang masih bisa ia coba untuk digalinya terus – menerus. Berlian ? Mewah, meskipun berlian itu tak pernah berada difikirannya sepintaspun. Tapi itu merupakan pilihan akhir yang harus bisa ia raih, ia tak ingin kegagalan terulang kembali untuk yang kesekian kalinya, ia sudah terlalu sakit, ia sudah terlalu lemah menjalani perjalanan panjang demi meraih sebuah mimpinya (emas), dan saat ini yang ia gali adalah sebuah berlian. Peminat dari penggali berlian itu justru 2X lipat jauh lebih banyak dibandingkan dengan penggali emas.

Dengan semangatnya ia berusaha untuk merajut mimpi barunya untuk mendapatkan berlian itu. Usahanya tak semakin menurun, melainkan usaha yang dilakukannya jauh lebih besar lagi, sampai ia rela mengorbankan koceknya demi meraih mimpi barunya. Ini sulit bahkan sangat sulit untuknya, bangkit dari kegagalan itu sulit, sangat sulit untuk wanita itu. Ia telah berusaha untuk menggali lebih dalam lagi, hingga akhirnya ia mendapatkan sebuah berlian yang ia harapkan. Ia mendapatkannya berkat hasil dari sebuah kesabarannya. Meskipun berlian bukanlah suatu pilihan yang paliyang utama, tapi ia tetap besyukur atas apa yang telah Allah berikan, ia menyadari bahwa sesungguhnya takdir yang ia dapatkan itu berupa berlian, bukanlah sebuah emas.

Berlian telah ia peroleh, meskipun sering terlintas penyesalan bahwa ia harus menerima kenyataan bahwa ia tak mampu meraih sebuah emas. Sebenarnya ini sangat mustahil dan teramat mustahil, dikarenakan berlian itu jauh lebih mewah apabila dibandingkan sebuah emas, tapi ia justru mampu mendapatkan sebuah berlian yang jauh lebih mewah dari sebuah emas, mungkin ini merupakan jalan yang terbaik untuk wanita itu.

Ia tersakiti, tetapi ia mampu bangkit. Ia mengalami kegagalan, tetapi ia mampu meraih sebuah keberhasilan. Berusaha, tawakal, dan do’a yang selalu ia lakukan, ia pasrahkan jalan hidupnya, karena ia yakin bahwa sesungguhnya Allah memberikan JALAN YANG TERBAIK dan Allah memiliki RENCANA YANG INDAH UNTUK UMATNYA, selalu bersyukur dan sadar bahwa sesungguhnya takdir Allah lah yang paling utama dalam menentukan semua jalan makhluk - Nya.

0 komentar:

Posting Komentar

Sabtu, 14 Mei 2011

Yang Ia Ingin Emas, Tetapi Yang Ia Dapatkan Berlian ( Part 1 )

Diposting oleh Part of Uyung Life di 06.08
Ibaratnya seorang wanita yang sedang mencari harta karun, di mana harta karun itu ada yang berupa emas, dan ada juga yang berupa berlian. Untuk mendapatkan harta karun itu tak mudah, membutuhkan suatu proses yang sangat panjang untuk mendapatkannya. Ia harus menggali sebuah tanah yang sangat dalam untuk mendapatkan harta karun itu. Ia tak pantang menyerah, ia sabar, ia tak mengeluh, ia tangguh, karena ia memiliki sebuah tujuan atau sebuah mimpi untuk mendapatkan harta karun yang berupa emas itu. Ia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam hal apapun. Saat itu, di mana saat – saat ia sedang menggali tanah, turunlah hujan yang sangat lebat dan begitu dahsyat, kalian tau apa yang ia lakukan ? Ia tetep menggali tanah itu meskipun membutuhkan waktu yang tak singkat, mimpinya tinggi, harapannya pun besar karena ia ingin mendapatkan emas itu. Apabila emas dibandingkan dengan berlian, jelas bahwa berlian jauh lebih mewah dibandingkan sebuah emas. Tapi ia sejak awal telah bermimpi untuk mendapatkan sebuah emas, bukanlah sebuah berlian yang jauh lebih mewah, karena ia merasa sebuah emas itu memiliki kelebihan tersendiri untuknya.

Ia menggali untuk mendapatkan sebuah emas yang ia harapkan, namun ia terjatuh, terjatuhnya pun tak hanya sekali, melainkan sampai ketiga kalinya ia terjatuh, apakah ia sedih ? Ya, ia sangat sedih, bahkan ia sempat merasa putus asa, ia tak sanggup menahan bendungan air matanya, ia kecewa, ia merasakan sebuah ketidak adilan yang telah Allah berikan, tapi ia mendapat masukan dari orang disekelilingnya yang sangat menyayanginya, dan memberikan semangat bahkan dorongan yang luar biasa untuk tetap sabar dalam menggali sebuah harta karun itu. Ia tak mampu meraih emas itu, emas itu diraih oleh seorang penggali harta karun lainnya, padahal usaha yang dilakukan oleh penggali lain itu tak terlalu besar dengan usaha yang telah dilakukan oleh wanita itu. Dapatkah kalian membayangkan betapa kecewanya wanita itu ketika usahanya yang jauh jauh lebih besar dan sudah lama ia berusaha dari penggali lain yang usahanya bisa terbilang singkat, dan yang lebih menyakitkan emas itu diraih oleh penggali lain itu ? Bayangkan jika kalian ada diposisi wanita itu ? Sakit bukan ? Sangat sakit rasanya ketika ia harus menerima kenyataan bahwa ia kalah meraih emas itu, ia sakit dan sangat sakit hatinya. Tapi kembali lagi ia disadari oleh orang – orang yang ada disekitarnya “Bahwasannya Allah itu menilai seberapa besar usaha ataupun proses yang telah ia lakuakan, Allah tak menilai hasil akhir dari apa yang ia dapatkan”, dengan nasihat itu ia mampu bangkit kembali menjalani hidupnya, menutupi rasa sakit hatinya, menutupi rasa kekecewaanya, menutupi rasa malunya, menutupi air matanya, mengubur mimpinya, mengubur harapan di masa lalu, menutup buku hariannya, di mana buku itu berisis mimpi – mimpinya, mimpi – mimpi bersama sebuah emas yang telah sejak lama ia damba – dambakan.

Ia memperoleh kecaman dari beberapa orang yang ada disekelilingnya, memperoleh olokan, memperoleh sindiran, dipermalukan atas kegagalannya untuk mendapatkan sebuah emas, bahkan ia dibilang seseorang yang tak focus terhadap suatu tujuan, hingga akhirnya ia pun dibilang bahwa ia tak mampu memperoleh emas dikarenakan ia tak focus. Tapi apakah sadar orang – orang yang ada disekeliling wanita itu, bahwa sesungguhnya itu semua sudah menjadi takdir atau pun jalan hidup yang telah Allah berikan untuknya ? Sekuat apapun ia berusaha, sefokus apapun ia meraih impiannya, tapi jikalau Allah tak berkehendak, kita tak bisa merubah takdirnya, sadarlah takdir Allah itu adalah hal yang paling utama.

Wanita itu dibilang sombong atau bahkan bergaya ingin meraih banyak emas sampai akhirnya tak satu emas pun ia dapatkan, apakah kalian sadar bahwa wanita itu HANYA INGIN BERUSAHA UNTUK MENDAPATKAN YANG TERBAIK UNTUK DIRINYA DAN KELUARGANYA. Ia tak bermaksud untuk menyombangkan diri, ia hanya ingin berusaha melakukan dan mencari yang terbaik untuk dirinya. Ia ingin menjerit sekeras – kerasnya kepada mereka yang telah memojokkannya, dan ia ingin mengatakan :

  1.  “SADARKAH KALIAN BAHWA DISAMPING USAHA YANG TELAH KITA LAKUKAN, ADA TAKDIR ALLAH YANG PALING UTAMA UNTUK MENENTUKAN SEMUANYA”
  2. “SADARKAH KALIAN BAHWA SEBESAR APAPUN USAHA YANG TELAH DIKELUARKAN, MESKIPUN HASILNYA GAGAL, TAPI ITU TAK MENJADI SIA – SIA BEGITU SAJA, BAHWASANNYA ALLAH MENILAI SEBUAH USAHA YANG TELAH KITA LAKUKAN, BUKANLAH HASIL YANG KITA DAPATKAN” 
  3. “SADARKAH KALIAN BAHWA SEFOKUS APAPUN YANG KITA TERPAKAN, TETAP NANTINYA BERUJUNG PADA KETENTUAN ALLAH” 
  4. “SADARKAH KALIAN BAHWASANNYA WANITA ITU BERUSAHA UNTUK MENDAPATKAN YANG TERBAIK BAGI DIRINYA, TAK BERMAKSUD UNTUK MENYOMBONGKAN DIRINYA, MELAINKAN HANYA BERUSAHA” 
  5. “SADARKAH KALIAN, APAKAH KALIAN TURUT MERASA DIRUGIKAN DENGAN KEGALALAN YANG DITERIMA PENGGALI WANITA ITU ? JELAS TIDAK ! BAHWASANNYA KALIAN HANYALAH SEORANG PENONTON YANG HANYA MAMPU MENONTON KEGAGALAN DAN KEBERHASILAN WANITA ITU DAN HANYA MAMPU MEMBERIKAN SEBUAH KOMENTAR, KARENA KALIAN BUKANLAH SEORANG PEMAIN YANG BERMAIN DALAM PERMAINAN ITU” 
  6.  “SADARKAH KALIAN BAHWA WANITA ITU MERASAKAN SEBUAH KEKECEWAAN YANG LUAR BIASA ?” 
  7.  “SADARKAH KALIAN DENGAN OLOKAN YANG TELAH KALIAN BERIKAN TERHADAP WANITA ITU AKAN MENYAKITKAN HATINYA ATAS KEGAGALANNYA ?” 
  8. “SADARKAH KALIAN, BAHWASANNYA KALIAN TELAH MEMOJOKKAN WANITA PENGGALI ITU ?” 
  9.  “MAMPUKAH KALIAN MENJADI WANITA ITU ?”

Kalian tak merasakan betapa sakit hatinya wanita tersebut, ia hanya seorang wanita biasa, wanita yang lemah, cepat mengucurkan air mata, tapi sadarkah bahwa ia tak membutuhkan sebuah olokan atau bahkan sindiran, akan tetapi yang ia butuhkan adalah sebuah semangat, sebuah dorongan untuk meraih berlian. Emas memang tak ia dapatkan, tapi ada sebuah berlian yang masih bisa ia coba untuk digalinya terus – menerus. Berlian ? Mewah, meskipun berlian itu tak pernah berada difikirannya sepintaspun. Tapi itu merupakan pilihan akhir yang harus bisa ia raih, ia tak ingin kegagalan terulang kembali untuk yang kesekian kalinya, ia sudah terlalu sakit, ia sudah terlalu lemah menjalani perjalanan panjang demi meraih sebuah mimpinya (emas), dan saat ini yang ia gali adalah sebuah berlian. Peminat dari penggali berlian itu justru 2X lipat jauh lebih banyak dibandingkan dengan penggali emas.

Dengan semangatnya ia berusaha untuk merajut mimpi barunya untuk mendapatkan berlian itu. Usahanya tak semakin menurun, melainkan usaha yang dilakukannya jauh lebih besar lagi, sampai ia rela mengorbankan koceknya demi meraih mimpi barunya. Ini sulit bahkan sangat sulit untuknya, bangkit dari kegagalan itu sulit, sangat sulit untuk wanita itu. Ia telah berusaha untuk menggali lebih dalam lagi, hingga akhirnya ia mendapatkan sebuah berlian yang ia harapkan. Ia mendapatkannya berkat hasil dari sebuah kesabarannya. Meskipun berlian bukanlah suatu pilihan yang paliyang utama, tapi ia tetap besyukur atas apa yang telah Allah berikan, ia menyadari bahwa sesungguhnya takdir yang ia dapatkan itu berupa berlian, bukanlah sebuah emas.

Berlian telah ia peroleh, meskipun sering terlintas penyesalan bahwa ia harus menerima kenyataan bahwa ia tak mampu meraih sebuah emas. Sebenarnya ini sangat mustahil dan teramat mustahil, dikarenakan berlian itu jauh lebih mewah apabila dibandingkan sebuah emas, tapi ia justru mampu mendapatkan sebuah berlian yang jauh lebih mewah dari sebuah emas, mungkin ini merupakan jalan yang terbaik untuk wanita itu.

Ia tersakiti, tetapi ia mampu bangkit. Ia mengalami kegagalan, tetapi ia mampu meraih sebuah keberhasilan. Berusaha, tawakal, dan do’a yang selalu ia lakukan, ia pasrahkan jalan hidupnya, karena ia yakin bahwa sesungguhnya Allah memberikan JALAN YANG TERBAIK dan Allah memiliki RENCANA YANG INDAH UNTUK UMATNYA, selalu bersyukur dan sadar bahwa sesungguhnya takdir Allah lah yang paling utama dalam menentukan semua jalan makhluk - Nya.

0 komentar on "Yang Ia Ingin Emas, Tetapi Yang Ia Dapatkan Berlian ( Part 1 )"

Posting Komentar

 

Part of Uyung Life Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by New Baby Shop